//
you're reading...
technopreneurship, tugas individu

CERITA SUKSES DARI LOMBOK TIMUR

USAHA CATERING

Ia bernama Hj. Busrah Bahtiar, bertempat tinggal di kota Selong, kabupaten Lombok Timur. Awal cerita suksesnya bermula di kota ini. Ketika itu ia harus ikut hijrah ke kota Selong untuk mendampingi suaminya yang bertugas di Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur.

Wanita yang hobi memasak ini, sering kali ikut berpartispasi jika ada warga atau tetangga yang sedang menyelenggarakan suatu acara dan membutuhkan tenaga bantuan terutama dibidang masak-memasak. Keikhlasannya dalam membantu sesama membuatnya semakin dikenal dikalangan warga sekitar. Tidak hanya dikenal sosoknya saja, tetapi dikenal karena masakannya yang lezat. Secara tidak langsung ia telah mempromosikan dirinya sendiri. Dan sekarang jadilah ia bahan perbincangan dikalangan warga.

Semenjak itu banyak warga yang secara langsung memesan makanan dan masakan padanya untuk berbagai kegiatan acara dan kegiatan, walaupun masih dalam partai kecil. Melihat peluang bisnis ini ia kemudian membuka usaha dibidang catering yang diberi nama “Catering 22”. Usaha ini dimulai dari rumahnya sendiri. Dengan melakukan promosi yang gencar dan menawarkan kualitas, salah satunya melalui kegiatan arisan ibu-ibu di kantor tempat suaminya berdinas. Secara bertahap, usahanya semakin dikenal banyak orang dan akhirnya mampu menyewa ruko di sebuah komplek pertokoan di tengah kota. Banyaknya orderan dalam partai besar, membuat usahanya dapat menyerap banyak tenaga kerja dari warga sekitar tempat tinggalnya.

Dan kini setelah suaminya pensiun, ia telah memiliki rumah makan sendiri yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Kini ia bisa menikmati masa tuanya dengan bahagia bersama suami dan tiga orang anaknya. Selain sibuk dengan usahanya itu, kini ia menjabat sebagai pengurus di salah satu partai politik.

SERVIS ELEKTRONIK

Sejak duduk dibangku SMU sudah menjadi kebiasaan Hamdan membongkar barang-barang elektronik miliknya. Itu semua dilakukan karena besarnya rasa keingintahuan. Dari kebiasaanya tersebut, membuatnya akrab dengan komponen-komponen elektronik. Tak jarang ia sering membawa pulang barang elektronik yang sudah dibuang oleh pemiliknya. Bagi orang lain mungkin itu adalah sampah, tapi baginya itu masih bisa bermanfaat. Tak jarang ia dimarahi oleh orang tuanya karena dianggap mengumpulkan sampah di rumah. Sedikit demi sedikit ia bisa memperbaiki kerusakan barang-barang elektronik ringan, seperti radio, tape, dll. Namun itu dilakukan dengan alat-alat yang masih sederhana. Tak sedikit teman-temannya yang meminta bantuan untuk memperbaiki barang elektronik padanya. Itu semua ia lakukan dengan ikhlas karena memang hobi.

Setelah lulus SMU ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke bangku kuliah karena keterbatasan biaya yang dimililki orang tuanya. Sadar dengan keterampilan yang dimiliki anaknya, kemudian orang tuanya mengikutkan anaknya pada kursus-kursus dan pelatihan kerja. Disitu ia mendapat banyak sekali ilmu tambahan tentang alat-alat elektronik. Selesai mengikuti rangkaian pelatihan, ia kemudian memutuskan membuka usaha servis alat elektronik.

Awal usahanya dimulai dengan servis elektronik keliling dan menerima panggilan dari satu rumah ke rumah yang lain. Berkat hasil kerjanya yang memuaskan, akhirnya ia mendapat banyak pelanggan. Setelah mendapat cukup modal kemudian ia menyewa sebuah toko, untuk mengembangkan usaha elektroniknya. Dari sini usaha servis alat elektroniknya makin dikenal banyak orang. Tak hanya itu ia juga mendapat penghasilan lain dari anak-anak SMK yang menimba ilmu padanya. Hingga pada suatu hari ia bertemu dengan salah satu guru SMK, yang kemudian merekomendasikannya sebagai tenaga pengajar di salah satu SMK.

Kini disamping usaha servis elektronik yang dimilikinya, ia telah diangkat sebagai guru honorer di salah satu SMK. Ia berharap kelak pemerintah bisa mengangkatnya menjadi guru tetap alias pegawai negri sipil.

Pelajaran yang dapat diambil dari kedua cerita sukses di atas ialah kita harus memiliki keterampilan atau skill  untuk mengahadapi tantangan hidup kedepan. Keterampilan ini dijadikan modal untuk dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan. Asahlah skill itu sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Kesuksesan akan datang dengan sendirinya, tinggal menunggu waktu saja karena tak ada kesuksesan yang didapat instant.

 

About kusukaitu

nothing special..

Diskusi

One thought on “CERITA SUKSES DARI LOMBOK TIMUR

  1. mantap…hidup lombok timur,,,mene ite pemuda lombok timur,,,hehehe

    Posted by mamiqs | 16 Oktober 2011, 2:05 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: